Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi

Posted: May 24, 2011 in Uncategorized

Indonesia menguasai 85% sumber bahan baku rotan dunia. Berlimpahnya bahan baku rotan sangat mendorong untuk menjadikan industri barang jadi rotan menjadi salah satu penghasil devisa negara. Pulau-pulau penghasil rotan di negeri ini dapat kita jumpai di Kalimantan, Sulawesi, NTB, Sumatra, Maluku dan Papua. Rotan bisa tumbuh liar di hutan dan bisa dibudidayakan. Cirebon, Trangsang, Gresik dan beberapa kota lain di Indonesia mampu menyulap bahan baku ini menjadi sebuah produk jadi yang mempunyai keindahan dan memberikan lapangan kerja pada masyarakat di sekitarnya.

ROTAN

Kerjasama yang baik antara penghasil bahan baku dengan pengguna bahan baku diharapkan terus terjadi kerjasama yang harmonis. Dampak dari hubungan yang harmonis ini adalah sangat menguntungkan bagi kedua-duanya, di mana penghasil bahan baku dan industri barang jadi menikmati keuntungan yang mampu menggerakkan roda ekonomi diantara pulau Jawa dan luar Jawa.

Masyarakat Cirebon adalah masyarakat rotan. Karena sedikitnya ada 7 (tujuh) kecamatan yaitu Kecamatan Weru, Pleret, Plumbon, Ciwaringing, Arjowinangun, Sumber dan Kecamatan Depok yang penduduknya mengerjakan rotan, 2 kecamatan yang lain sebagian penduduknya menggeluti rotan. Di pelosok kampung pada 7 kecamatan sepanjang jalan kampung ini penuh dengan mobil yang mondar-mandir bermuatan rotan, dari anak kecil sampai dengan orang tua yang asik menganyam rotan sambil mendengarkan musik.

Industri rotan telah membuat Cirebon menjadi salah satu kota tujuan dari pelaku bisnis furniture di dunia. Industri furniture dan kerajinan rotan mempunyai nilai ekspor mencapai puncaknya pada tahun 2004 yaitu sebesar 336.888,537 juta dollar. Pada 2 (dua) tahun terakhir mengalami penurunan nilai ekspornya. Penurunan nilai ekspor Cirebon memang harus mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan daerah untuk memacu ekspor daerah ke dunia. Penanganan secara khusus dan serius terhadap industri yang memberi lapangan pekerjaan sebesar 300.000 jiwa ini harus mendapat penanganan secara khusus.

Kampanye terhadap produk rotan Indonesia ke dunia harus dilakukan dengan strategi baru, memacu pasar dalam negeri maupun luar negeri adalah menjadi kewajiban kita bersama. Kampanye ke dunia dalam menciptakan branding bahwa industri rotan Indonesia adalah salah satu negara rotan yang terkuat di dunia dengan title “The Real Rattan is Indonesia” harus dilaksanakan secara maksimum.

Regulasi pemerintah yang mendorong iklim yang harmonis antara penghasil bahan baku rotan dan industri barang jadi rotan harus dijamin dengan turunnya pemerintah pusat dan daerah ke Cirebon. Pembenahan desain tentu juga harus mendapatkan perhatian.

Industri rotan cukup banyak membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat. 302 perusahaan rotan kelas menengah, 525 eksportir dan ratusan home industri telah melibatkan sekitar 300.000 yang bekerja pada sektor ini. Kebijakan pemerintah untuk mendorong penggunaan mebel rotan di kantor pemerintah maupun swasta di Indonesia sangat ditunggu oleh masyarakat industri rotan di Cirebon. Untuk mendorong marketing bagi industri rotan, kiranya perlu juga dorongan dari pemerintah untuk mengikutsertakan para pengusaha rotan ini ke dalam kancah pameran tingkat dunia. Agar bahan baku rotan akan semakin terserap menjadi barang jadi yang lebih bernilai tinggi.

Pada akhirnya Asmindo mengajak seluruh masyarakat rotan di seluruh Indonesia untuk mengkampanyekan bahwa “The Real Rattan is Indonesia”.***AP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s