UMKM & Cyber Business

Posted: April 9, 2011 in Artikel, Craft, Design, Ekonomi, Industri, Industri Kreatif, Kebijakan, UMKM

Dunia ICT (Information Communication & Technology) telah merasuk ke ranah hidup setiap manusia. Seakan sudah tidak ada jarak lagi antara manusia. Perkembangan Teknologi pun tidak ada yang mampu membendung. Maka dunia ICT sudah menjadi life style masyarakat dunia termasuk telah menggejala di kampung-kampung masyarakat Indonesia. Gaya hidup dengan teknologi digital mewarnai setiap sendi kehidupan yang tidak mengenal usia dan waktu. Dunia bisnis pun tak bisa dilepas pada digital lifestyle, baik bisnis berskala global maupun bisnis berskala mikro & kecil. Sehingga digitalized telah menjadi trendsetter.

Gerakan UMKM di dunia Maya...

Dunia ekspor furniture dan handicraft pun tak ketinggalan. Media cyber telah dimanfaatkan oleh ratusan bahkan ribuan pebisnis ini. Apa lagi dengan hadirnya jejaring sosial seperti Facebook, twitter, dan lainnya. Dunia bisnis ini menjadi lebih ramai dan terasa dekat antara suplayer dan buyer.

Jika bisnis berskala global, multinasional, dan regional menggunakan piranti ICT itu wajar dan menjadi keharusan, tetapi ketika bisnis yang berskala lokal dan mikro menggunakan piranti ICT dan mampu menembus pasar global, adalah hal yang patut kita dukung dan sambut semangatnya, karena berdasarkan survey ITU (International Telecommunication Union) mengabarkan bahwa setiap pertumbuhan 1 persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4 persen. (http://dprd-sidoarjokab.go.id/saatnya-umkm-memasuki-dunia-cyber-atau-maya.html)

Kehadiran Facebook, Twitter, dan program jejaring sosial lainnya telah mampu memberikan angin segar terhadap iklim bisnis di kalangan UMKM khususnya di Indonesia. Karena dengan jejaring ini pelaku UMKM tak hanya mampu bergerak dengan modal minimal, namun juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Di samping itu mampu berinteraksi secara lebih dekat dengan customer. Itulah keunggulan dari dunia maya.

Media jejaring sosial tidak hanya berfungsi sebagai komunikasi antar personal, namun lebih dari itu, menjadi alat penembus pasar yang dahsyat. Dengan kemampuan seperti ini, tak ayal pelaku bisnis besar pun –yang telah memiliki web portal sendiri—melirik dan memanfaatkan jejaring ini. Maka ramailah dunia jejaring social dengan nuansa bisnis.

Ketik saja “Craft Furniture” atau “Business Online” dalam search di FB, maka muncul-lah ratusan, bahkan ribuan gerakan marketing di jejaring sosial ini. Semua ingin mengeruk pasar yang telah terbuka luas dan global. Tidak hanya perusahaan yang hanya bermodalkan laptop, great corporate pun menyambar wadah jejaring sosial ini.

Maka dengan perkembangan gegap gempitanya bisnis online, perlu kiranya kita lebih perhatian terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah dengan meng-upgrade SDM yang ada. Dengan SDM UMKM kita yang telah ter-upgrade, diharapkan gerakan bisnis masyarakat bisa menjadi lebih ramai dan menyenangkan.

Namun demikian, perlu ada strategi khusus untuk melakukan bisnis via online, karena tidak sedikit pelaku bisnis ini –karena kurang berhati-hati— sehingga justru malah mengalami kerugian. Di sinilah peran lembaga baik asosiasi, pemerintah, maupun lembaga terkait dibutuhkan untuk melakukan pendampingan terhadap para pelaku bisnis dengan memanfaatkan dunia cyber. Sehingga lembaga-lembaga tersebut bisa berperan sebagai konsultan, market, community & product development, virtual office, dan sebagai media e-commerce yang mempertemukan buyer dan seller. *** [Uung- IFFINA 2011]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s