MENGAPA PEDULI UKM?

Posted: April 9, 2011 in Aksi, Industri, Industri Kreatif, Kebijakan, Kredit Lunak, Pameran, UMKM

Tak bisa dipungkiri bahwa UMKM (Usaha Mikro Kecil & Menengah) menjadi penggerak perekonomian bangsa. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Hatta Rajasa, saat ini pelaku UMKM di Indonesa mencapai  51,4 juta unit usaha, atau 99,91 %  dari seluruh jumlah pelaku usaha di Indonesia (http://www.bataviase.co.id/node/575278). Ini artinya UMKM benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Jika tidak mendapatkan perhatian yang serius, baik dari pemerintah ataupun pihak terkait lainnya, tentu berakibat fatal terhadap kondisi perekonomian di Indonesia.

UMKM Indonesia butuh support!

Masalah krusial yang dihadapi pelaku UMKM masih berada pada seputar hal-hal dasar dalam manajemen usaha. Di antaranya adalah SDM (Sumber Daya Manusia), Marketing, dan permodalan.  Masalah inilah yg menjadi basic instrument bagi perkembangan dunia UMKM di Indonesia.

Masalah dasar ini sangat terkait dengan berbagai macam hal dalam bisnis. Sumber Daya Manusia menjadi faktor  utama dalam konteks ini, karena SDM menjadi sumber penggerak utama dalam dunia apapun. Sehingga faktor pendidikan dan keterampilan SDM menjadi konsekwensi logis untuk disupport total. Apalagi sekarang sudah masuk dalam era bisnis global, dan tak ada lagi jarak antara pelaku usaha satu dengan lainnya. Business to Business pun menjadi sangat dekat karena teknologi ini. Bahkan dengan FaceBook penetrasi pasar menjadi sangat luas, nyaris tak terbatas. Demikian pula kompetisi menjadi sangat ketat. Maka di sinilah pentingnya SDM yang berkualitas.

Dengan masuk di era cyber, UMKM yang berorientasi ekspor akan lebih berat tantangan kompetisinya, termasuk bidang kerajinan dan furniture,  tantangannya lebih berat, karena faktor eksternal (kondisi perekonomian & politik dunia) dan persaingan global sangat mempengaruhi mereka.  Tentu masih segar dalam ingatan kita tentang krisis finansial Global yang dialami di Amerika beberapa tahun yg lalu. Bahwa peristiwa itu sangat mengakibatkan dunia ekspor mengalami degradasi yg cukup signifikan.  Banyak para pelaku UMKM berharap agar usahanya bisa mengalami kemaujuan yang lebih baik.

“Harapan saya, kebangkitan produk ekspor khususnya furniture & handicraft dalam menghadapi persaingan pasar dapat lebih baik dari tahun-tahun lalu.” Kata Deddy (Palm Craft Jogja), pelaku Ekspor kerajinan dari Yogyakarta dalam pesan singkatnya dengan Tim Jurnalist IFFINA. Lebih lanjut dia berharap  moment IFFINA 2011 bisa mengembalikan pasar penjualan yang telah hilang di beberapa Negara Eropa akibat krisis global, agar menjadi normal. Di samping itu juga menjadi tantangan buat rekan-rekan pengusaha idustri kreatif agar dapat  dapat lebih berinovasi meraih peluang pasar di moment ini serta bisa menguntungkan kita semua.

Hal senada juga diungkapkan oleh Timboel Rahardjo, seorang pelaku ekspor kerajinan Yogyakarta, dalam sebuah chatting online, “Tahun ini masih mengalami penurunan yang cukup signifikan, semoga dengan IFFINA 2011 bisa mengubah kondisi yang lebih baik.“ kata dia berharap.

Marketing juga menjadi faktor utama dalam pemberdayaan UMKM, karena bidang ini menjadi ujung tombak bagi berlangsungnya sebuah usaha. Tanpa pemasaran yang baik, usaha akan mengalami stagnasi yang berujung pada keterpurukan usaha.

Sedangkan faktor yang tak kalah penting bagi UMKM adalah pembiayaan/permodalan. Bidang ini meliputi sistem pembiayaan bagi kalangan UMKM, kemudahan mendapatkan kredit,  dan upgrading pengetahuan UMKM tentang sistem kredit. Bagaimanapun unsur ini menjadi sangat penting bagi pemberdayaan UMKM. Seperti kita ketahui bahwa banyak sekali kalangan UMKM yang miskin modal sekaligus miskin asset, sehingga dengan sistem yang mendukung dan berpihak pada kalangan mikro, kecil menengah akan sangat berarti bagi pertumbuhan mereka.

Sekarang, pertama kali  yang sangat perlu mendapatkan support adalah pola pikir dan kesadaran semua pihak akan pentingnya peran serta UMKM dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga dengan kesadaran tersebut akan melahirkan kepedulian terhadap kalangan  –yang banyak dikatakan sebagai—pengusaha yang tahan banting tersebut.  *** [Uung-Tim Jurnal IFFINA 2011]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s