DUKUNG INVESTASI BARU DAN EKSPANSI ; Menkeu: Turunkan Suku Bunga Kredit

Posted: May 15, 2009 in Uncategorized

Reff: http://www.kr.co.id

15/05/2009 00:12:14sriJAKARTA (KR) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kalangan perbankan agar menurunkan tingkat suku bunga kreditnya dan menambah jumlah kucuran kreditnya kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar sektor riil bisa berjalan sehingga mengakibatkan perekonomian dalam negeri akan tumbuh.

“Kita minta agar perbankan menurunkan tingkat suku kreditnya. Apalagi BI rate juga sudah turun, kalau kredit turun sektor riil akan jalan itu berarti akan ada pergerakan ekonomi,” kata Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (14/5).
Dengan adanya penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) seharusnya perbankan bisa menurunkan suku bunga kredit. Tapi pemerintah juga memahami sikap perbankan yang harus menjaga neracanya dari risiko pengucuran kredit. Karena risiko ini seperti mencadangkan sebagian dananya untuk berjaga-jaga seandainya kredit bermasalah (NPL/ Non Performing Loan) meningkat. “Kalau NPL meningkat itu akan membebani neraca bank. Kalau perekonomian mulai meningkat, bank seharusnya juga sudah mulai menurunkan suku bunga karena ini bisa menekan NPL,” paparnya.
Jadi tambahnya, langkah untuk penurunan suku bunga akan tetap dilakukan dengan melihat semua reaksi yang dilakukan oleh dunia perbankan dan ini akan dijadikan fokus peluncuran kredit tetap menjadi prioritas.
Permintaan Menkeu tersebut, dinilai pakar ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UJAY), Drs Sri Susilo MSi, wajar. Karena, sampai sekarang, suku bunga kredit masih tinggi. “Kondisi ini jelas tak menguntungkan sektor riil yang akan melakukan investasi baru atau ekspansi,” katanya.
Menurut Sri Susilo, ketegaran suku bunga kredit harus dicarikan solusinya. Bank-bank besar, khususnya bank milik pemerintah harus menjadi motor untuk menurunkan suku bunga. Kalau ini terjadi, maka pemulihan ekonomi akan terdorong.
Menurut Sri Mulyani, membaiknya ekonomi akan mempengaruhi prospek pengembalian kredit yang telah disalurkan. Bila bunga kredit sudah turun, maka risiko timbulnya kredit bermasalah makin kecil sehingga NPL akan bisa ditekan.
“Dampak NPL akan menjadi kecil kalau prospek ekonominya membaik, karena bagaimanapun kalau prospek ekonominya positif, seluruh sektor ekonomi mulai bergerak dan risikonya mulai mengecil, itu bisa mempengaruhi prospek pengembalian kredit yang telah disalurkan,” paparnya.
Untuk itu, pemerintah harus tetap menjaga kerangka besarnya agar tetap stabil, tidak mengganggu kinerja masing-masing sektor usaha. Artinya, pemerintah bersama bank harus bersama-sama dalam menjaga pergerakan ekonomi negara. (Lmg/Rsv)-n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s