Bunga Acuan BI Turun

Posted: April 3, 2009 in Ekonomi, Kebijakan, Kredit Lunak, UMKM

Jumat, 3 April 2009 | 03:32 WIB

Jakarta, Kompas – Seiring rendahnya tingkat inflasi dan makin melambatnya pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia perlu melanjutkan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate yang kini di level 7,75 persen. Pasar memperkirakan BI Rate bakal turun 25 basis poin menjadi 7,5 persen.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara di Jakarta, Kamis (2/4), memperkirakan, BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini akan turun 25 basis poin (bp). ”Jika rupiah cukup stabil, BI Rate bisa diturunkan 50 bp ke 7,25 bp karena inflasi bisa turun ke 6,2 persen,” katanya.

Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono mengatakan, BI Rate masih bisa turun dengan konservatif menjadi 7,5 persen. Alasannya, rupiah masih cenderung menguat, sekitar Rp 11.500 per dollar AS, karena modal asing mulai masuk lagi ke bursa efek, perjanjian bilateral currency swap dengan China, dan kondisi politik selama kampanye yang relatif aman.

Level inflasi Maret 2009 yang hanya 0,22 persen, menurut Tony, juga masih sesuai ekspektasi. Dengan kinerja inflasi 3 bulan pertama 2009 yang rendah, maka di akhir tahun 2009 inflasi maksimal 6 persen. ”Jika expected inflation 6 persen, maka BI Rate bisa 7 persen sebelum akhir tahun. Tapi, tentunya tidak bisa seketika menjadi 7 persen. Untuk sementara ini 7,5 persen sudah cukup,” kata Tony.

Ekonom Ryan Kiryanto menambahkan, laju inflasi yang tetap landai pada Maret 2009 dan kemungkinan pada April ini, ada peluang BI Rate turun 25 bp menjadi 7,5 persen. Langkah ini akan menjadi stimulan bagi lembaga penjamin simpanan dan perbankan untuk menurunkan suku bunga dana dan kredit.

”Bank-bank dengan likuiditas kuat dan dana murah yang besar berpeluang jadi pelopor penurunan suku bunga. Penurunan suku bunga akan dorong perbankan tetap ekspansif karena ancaman kredit bermasalah bisa dikurangi,” kata Ryan.

Pengamat pasar modal, Felix Sindhunata, mengatakan, dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali, BI seharusnya mengedepankan kebijakan yang mendorong sektor riil, yaitu dengan menurunkan BI Rate. Menurut dia, penurunan BI Rate sebesar 25-50 bp adalah angka yang cukup ideal untuk saat ini.

Penurunan BI Rate, lanjut Felix, juga akan mencairkan kebekuan yang telah terjadi di pasar finansial lebih dari enam bulan terakhir. Selain itu, akan mendorong perbankan menurunkan suku bunga kredit, penurunan suku bunga acuan juga akan mendorong investor berinvestasi di pasar modal. (FAJ/REI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s