Antisipasi Imbas Krisis, Ubah Strategi Pemasaran

Posted: April 3, 2009 in Aksi, Ekonomi, Industri, Industri Kreatif, Kebijakan, Pameran, Pariwisata, Pertanian, UMKM

Jumat, 3 April 2009 | 03:34 WIB

jakarta, kompas – Perubahan perilaku konsumen dalam merespons dampak krisis keuangan global harus diantisipasi. Strategi pemasaran yang tepat akan menjaga pangsa pasar meskipun konsumen mengurangi belanja.

Managing Director Ipsos Indonesia Iwan Murty mengemukakan hal itu di Jakarta, Kamis (2/4). Ipsos adalah perusahaan survei yang fokus kepada perilaku belanja konsumen.

Ipsos melakukan survei respons konsumen apabila terimbas krisis ekonomi. Survei dilakukan bulan Februari terhadap 535 ibu rumah tangga menengah, dengan pengeluaran rata-rata sebesar Rp 3,5 juta per bulan.

Hasil survei menunjukkan, 70 persen konsumen memilih mengurangi pengeluaran. Mereka

mengurangi pos tertentu sebesar 27 persen, mengurangi konsumsi 24 persen, berganti kemasan lebih kecil 19 persen, berganti merek yang lebih murah 13 persen, menunda pembelian 8 persen, dan berhenti membeli 5 persen.

Pengeluaran yang paling banyak dipotong adalah belanja pakaian, makan di luar, uang saku, rekreasi, sepatu, listrik, produk kecantikan dan perawatan tubuh. ”Selama pendapatan belum berkurang, mereka cenderung mengurangi pengeluaran kalau harga-harga naik,” ujarnya.

Kiat lain untuk menjaga arus kas, beberapa responden memilih mengurangi konsumsi beberapa barang rumah tangga yang biasa digunakan.

Dari hasil survei tersebut, Ipsos melihat ada sejumlah langkah pemasaran yang bisa dilakukan produsen. Pertama, memberikan nilai tambah tanpa perlu memotong harga secara permanen.

Iwan menjelaskan, produsen cenderung menurunkan harga. Namun, pengalaman beberapa perusahaan justru menunjukkan memotong harga serendah-rendahnya dapat menurunkan citra merek. ”Lebih baik produsen memberi promosi beli satu gratis satu atau menawarkan banded pack,” ujar Iwan.

Kedua, tetap beriklan. Pada umumnya, perusahaan berusaha mengurangi belanja iklan, padahal itu bisa mengurangi kepercayaan konsumen terhadap produk. Ketiga, mengubah citra sebagai produk yang lebih terjangkau, tanpa menurunkan citra produk.

Keempat, memonitor perubahan perilaku konsumen agar bisa menyesuaikan dengan pemasaran produk. Kelima, menjaga inovasi untuk mengikuti perubahan perilaku. (DOT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s