Data UMKM & LKM

Posted: March 31, 2009 in Aksi, Ekonomi, Kebijakan, UMKM
Referensi: http://tkpkri.org/data-umkm-%26-lkm.html Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

Peranan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sangat strategis dalam penciptaan kesempatan kerja – sekaligus pada saat yang sama dalam hal pengurangan pengangguran – maupun dalam pengertian luas juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam upaya penanggulangan kemiskinan. UMKM telah menjadi katup pengaman pada medio 97 di saat usahawan besar runtuh berguguran dilanda krisis ekonomi yang kemudian berlanjut dengan krisis multidimensi.

1878934686p

Dalam upaya pemberdayaan UMKM, terdapat empat langkah strategis, yaitu:

  1. Menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan UMKM yang mencakup aspek regulasi dan perlindungan usaha.
  2. Menciptakan sistem penjaminan (guarantee financial system) untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif usaha mikro.
  3. Menyediakan bantuan teknis dan pendampingan (technical assistance and facilitation) secara manajerial guna meningkatkan status dan kapasitas usaha.
  4. Melakukan penataan dan penguatan kelembagaan keuangan mikro untuk memperluas jangkauan pelayanan keuangan kepada usaha mikro secara cepat, tepat, mudah, dan sistematis.

Langkah-langkah tersebut, kemudian dijabarkan dalam berbagai kebijakan dan program dengan tetap mengedepankan pada perlunya kerjasama antarpelaku terkait, baik pemerintah, usaha besar, lembaga keuangan, kalangan akademisi, maupun para pelaku UMKM sendiri. Hal ini mengingat kunci keberhasilan pemberdayaan UMKM terletak pada berfungsinya kerjasama dan kemitraan antara UMKM dengan usaha besar secara adil, proporsional, dan sistematis.

Pemberdayaan UMKM merupakan bagian elementer dalam penanggulangan kemiskinan, karena disinilah kunci pemutus mata rantai kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Persoalan mendasar dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan UMKM khususnya usaha mikro antara lain adalah sulitnya akses kredit perbankan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa usaha mikro ini memiliki jumlah yang jauh lebih besar dibanding dengan usaha kecil dan menengah, meskipun secara statistik seringkali usaha mikro ini digabungkan dengan usaha kecil.

Besarnya jumlah usaha mikro dan sulitnya akses kredit perbankan dapat membuka peluang dan potensi bagi keberadaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk dapat memberikan akses kredit yang lebih mudah. Lembaga Keuangan Mikro saat ini memiliki jumlah yang tidak sedikit yang tersebar di seluruh Indonesia. Meskipun belum ada aturan yang legal mengenai lembaga keuangan mikro ini, namun lembaga ini cukup mampu untuk membantu usaha mikro keluar dari kesulitan akses untuk memperoleh kredit dalam pengembangan usahanya.

Dalam publikasi ini ditayangkan beberapa data yang terkait dengan UMKM dan LKM sebagai gambaran nyata bahwa UMKM dan LKM yang ada saat ini memiliki jumlah yang tidak sedikit yang tersebar di seluruh Indonesia. Tingginya jumlah LKM ini sepatutnya harus diikuti dengan upaya legal dari pemerintah yang hingga saat ini masih juga belum terwujud.

Sumber: TKPKRI (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan RI [http://tkpkri.org/data-umkm-%26-lkm.html ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s