TEMU WICARA ANTAR STAKEHOLDER:

Posted: December 16, 2008 in Aksi, Industri, Kebijakan, Kegiatan, Kerjasama, Pariwisata, UMKM

KREATIFITAS MENJADI MODAL MENGHADAPI KRISIS EKONOMI GLOBAL

 

truckKrisis ekonomi global yang sekarang digembar-gemborkan oleh banyak kalangan, menjadi bahan pembicaraan mulai dari warung angkringan sampai dengan forum diskusi dan seminar di hotel-hotel. Masalah  ini masih menjadi wacana yang hangat untuk dibicarakan. Karena sudah menjadi pemberitaan di hampir semua media, bahwa krisis ekonomi global seakan-akan menjadi ‘hantu’ yang cukup menakutkan dan akan datang di setiap rumah. Sehingga dari kalangan grass root sampai kalangan menengah ke atas pun ikut pula andil “ngrasani”.

Hari ini, Selasa, 16 Desember 2008 untuk ke sekian kalinya forum diskusi tentang krisis ekonomi global dibahas. Dimotori oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi DIY (DIAPERINDAGKOP DIY) ajang bedah masalah ini digelar. Dengan pembicara yang tidak asing lagi, Ambar Tjahjono (Ketua ASMINDO Pusat) dan Wiendu Nuryanti (Pengamat dan Praktisi Pariwisata) mengantarkan kita pada ‘trik-trik’ menghadapi krisis ekonomi global.

Beberapa hal yang bisa dicatat oleh Tim KP2E Yo Bangkit dalam memberikan referensi bagi stakeholder ekonomi dan masyarakat secara umum kaitannya dengan upaya recovery ekonomi pasca gempa adalah:  

1.       Bahwa krisis ekonomi global tidak sepatutnya untuk direspons secara emosional yang akan melahirkan kepanikan-kepanikan yang tidak perlu. Karena bagaimanapun kondisi ekonomi kita, baik lokal, nasional maupun global selalui menghadapi fluktuasi yang kadang-kadang unpredictable. Justru dengan kepanikan, apa yang ada dihadapan kita tidak akan terselesaikan dengan baik.

2.       Perlunya kreatifitas kita sebagai entrepreneur untuk melakukan hal-hal yang bersifat breaktrough (terobosan) dalam menjalankan bisnis kita. Baik dalam bidang eksplorasi bahan baku, teknik produksi, design, sampai dengan pola marketing produk-produk kita. Hal ini akan melahirkan diversifikasi segmentasi pasar, pola manajemen yang lebih hemat, sourcing bahan baku yang lebih efektif dan efisien, dan segala hal tentang efektifitas produksi.

3.       Kerjasama yang sinergis antar stakeholder, baik dari kalangan pemerintah, dunia usaha, asosiasi-asosiasi usaha, lembaga-lembaga terkait dan masyarakat secara umum menjadi salah satu syarat dalam mengantisipasi dampak krisis ekonomi global agar tidak terlalu berpengaruh kepada masyarakat Indonesia umumnya, dan Yogyakarta pada khususnya.

064_pnt_themedropDi samping itu perlu pula diperhatikan oleh pemerintah, bahwa perlindungan terhadap dunia usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjadi sangat penting. Karena sektor ini yang sekarang ini masih memegang rekor tertinggi kuantitas  tenaga kerja yang direkrut, baik skala di Yogyakarta maupun di Indonesia. Tanpa perlindungan dari pemerintah, dunia usaha –yang didominasi UMKM—ini menjadi lemah dan tidak punya posisi tawar yang lebih baik.

Mungkin itu yang sementara bisa diambil kata kunci dalam menghadapi krisis ekonomi global. Namun jika boleh saya peras lagi menjadi sebuah keyword adalah ‘kreatifitas’ dari setiap pelaku usaha menjadi wajib hukumnya dan menjadi ruh dari setiap tindakan kita dalam melakukan aktifitas ekonomi.

Maka, semoga apa yang menjadi agenda kita bersama dalam menghadapi krisis tersebut bisa berjalan dengan baik. Dan semoga bermanfaat.***

Nurul Muslimin | ‘Penjaga’ kantor KP2E Yo Bangkit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s