Jogja IT & Sunday Sonten:Tidak Sekedar Klithikan

Posted: November 8, 2008 in Artikel, Industri, Industri Kreatif, Sunday Sonten, Tenaga Kerja, Uncategorized

logo_sunday_market_new1 

 

Sektor industri kreatif berbasis IT (Information Technology) sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pihak-pihak yang berkompeten, padahal IT telah menjadi kebutuhan fundamental dalam setiap ranah, baik sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik. IT juga menjadi industri prospektif masa depan, ketika sumberdaya alam semakin menipis. Di sisi lain, terutama di Yogyakarta, para pelaku industri kreatif berbasis IT masih tersebar belum bersinergi untuk memberikan dampak yang lebih baik pada perkembangan ekonomi lokal.

Yogyakarta sebagai kota pendidikan tentu bukan hal baru lagi.  Dengan kualitas dan kuantitas infrastruktur pendidikan di Yogyakarta, sebutan sebagai kota IT (Information Technology) untuk Yogyakarta menjadi suatu keniscayaan. Mengapa? Tentu sebutan itu mengandung konsekwensi yang tidak sederhana. Tidak hanya infrastruktur IT saja, namun juga suprastrukturnya. Karena bagaimana pun sistem Teknologi Informasi dibangun dari 3 (tiga) pilar utama: 1) Perangkat Keras (Hardware), 2) Pengangkat Lunak (Software), dan 3) Perangkat Otak (Brainware). Tiga pilar tersebut tidak bisa berdiri sendiri-sendiri, melainkan terikat satu dengan lainnya. Dalam hal ini Yogyakarta tidak bisa diragukan lagi. computer_repair_large3

Secara sekilas bisa kita lihat, berapa banyak toko komputer yang ada? Berapa banyak warnet dan game online? Berapa banyak tempat service komputer dan IT? Berapa banyak fasilitas Free Hotspot yang ada? Dan berapa banyak lembaga pendidikan IT? Itu baru gambaran infrasturtur yang ada. Belum lagi SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Yogyakarta, baik yang bersifat institusi/perusahaan, maupun personal. Mungkin kita akan mengalami sedikit kesulitan dalam hal pemetaan potensi yang ada di Yogyakarta, karena begitu banyak pelaku IT yang ‘enggan’ muncul di permukaan (underground). Mereka hanya muncul di dunia maya. Itulah realitas Yogyakarta sebagai kota IT.

Untuk skala pameran, gebyar Yogyakomtek dengan predikat pameran IT terbesar kedua Nasional setelah Indocomtech dan pameran-pameran IT lainnya menjadikan Yogyakarta semakin mendapatkan posisi di mata nasional maupun international dalam bidang IT.

“Guyub (bersama-sama) dan ngopi (minum kopi) bareng”: menjadi kemasan

Di sisi lain, dalam ranah sosial, Yogyakarta sangat kental dengan istilah “nongkrong bareng”, rembugan (ngobrol), ngopi (minum kopi) bareng, “lesehan,” dan mungkin istilah lain yang tidak jauh dari makna santai dan guyub (bersama-sama). Clue inilah yang akan diusung Forum Masyarakat IT Yogyakarta (Jogja IT) dalam mewujudkan “Sunday Sonten”: Pasar Perangkat IT murah dan tempat nongkrongnya para maniak IT. Ruh kebersamaan inilah yang akan dimunculkan oleh Jogja IT.

boxed_computer1Ruh kebersamaan bisa kita lihat di beberapa kelompok mailist (mailing list.) Di mana setiap anggota bebas bertanya tentang apa saja di bidang IT, dan akan dijawab oleh rekan-rekan lain yang mengetahui, tentu dengan suka rela. Berbagi informasi, code, trik, dan berbagi solusi pemecahan kasus-kasus IT, sudah menjadi ‘tradisi’ yang mereka munculkan dalam mailist. Tentu mereka mempunyai ‘kode etik’ tersendiri dalam setiap kelompoknya.

Konsep “Sunday Sonten” sebetulnya sangat sederhana. Bagaimana mewujudkan kebersamaan di antara para pelaku IT di Yogyakarta secara off-line dalam sebuah event, di mana masyarakat bisa berbaur dengan para maniak IT dan berkumpul, berbagi ilmu dan berbagi solusi tentang IT dengan diskusi dan konsultasi. Di samping itu adanya pasar murah perangkat IT –dengan pola klithikan—akan memberikan “nuansa Jogja” yang lebih akrab di antara masyarakat dengan para pelaku IT. Konsep ini akan dibumbui dan dikemas secara entertainment. Dengan menampilkan content seni –musik, permainan ilusi, dll misalnya–, diharapkan acara ‘Sunday Sonten” menjadi lebih menarik. Tentu –yang tidak kalah pentingnya—adalah dengan suasana ngopi (minum kopi) bareng.

 

IT For All

Sebagai kontribusi manfaat kepada masyarakat, Jogja IT melalui ‘Sunday Sonten’ akan membuka layanan free service konsulasi dalam bentuk pelayanan setiap cluster. Di antaranya adalah: Cluster Komputer Grafis, Konsultasi Hardware, Pengembangan  Software, Bursa Tenaga Kerja IT, Info Training IT, dan Legal Advise. Di sinilah akan terjadi pembauran antara masyarakat awam dan para pelaku IT untuk bersama-sama berbagi ilmu dan persoalan IT. Di samping itu pula bisa dimanfaatkan oleh lembaga/institusi ataupun instansi pemerintah untuk berkonsultasi secara langsung dan cuma-cuma tentang segala hal bidang IT yang mereka hadapi.

“Sunday Sonten” menjadi ‘Magnet’ istock_000001448702xsmall2

Untuk lebih menarik pengunjung, dan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, Jogja IT melalui ‘Sunday Sonten’ akan memberikan presentasi tentang topik-topik yang up todate dan menarik dalam bidang IT. Misalnya: “Hacking Situs secara live!,”  “Video Streaming,” “Sistem Security online,” “Yuk, buat film Kartun…,” “Telepon murah dengan VOIP” dan –tentu– tema-tema menarik yang lain.  Sehingga dengan ‘Sunday Market,’ masyarakat bisa mendapatkan ‘pencerahan’ dalam bidang IT yang semula diketahuinya secara blur dan abu-abu. Di samping itu dengan free HotSpot yang tersedia di sana, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas internet secara gratis.

Timing yang diambil dalam ‘Sunday Sonten’ adalah Minggu sore hingga malam hari (15.00 – 22.00 wib). Dari suasana yang akan dibangun ini diharapkan akan muncul sebuah kebersamaan di antara para pelaku IT sehingga terjadi komunikasi yang membangun dan akan melahirkan kekuatan sebagai komunitas IT. Di samping itu memberikan wadah bagi masyarakat, baik masyarakat umum maupun pelaku IT untuk meng-upgrade, menjual ataupun membeli perangkat IT dengan harga terjangkau.

Sedangkan yang membedakan dengan pola klithikan biasa adalah: bahwa ‘Sunday Sonten’ menjadi tempat bertanya dan konsultasi cuma-cuma tentang apa saja yang berkaitan dengan dunia IT. Di samping itu akan diadakan layanan gratis lainnya. Membersihkan virus komputer misalnya, atau instalasi lainnya. Ini yang beda.

Konsep Sunday Market ini tentu tidak terlepas dari skenario untuk menjadikan Jogja sebagai Cyber Province (sebagai visi Jogja IT). Di samping itu masuk pula dalam skenario besar pengembangan industri kreatif di Indonesia. Sebab dengan pola Sunday Sonten, akan terjadi interaksi dan otomatis simbiosis mutualisme di antara masyarakat dan para pelaku IT. Di sinilah Forum Masyarakat IT Yogyakarta ( Jogja IT) menjadi sangat penting untuk digerakkan. 

 

diskusi_snadaBeberapa hal yang perlu pula dicatat dalam gerakan Forum Masyarakat IT Yogyakarta (Jogja IT) adalah tentang beberapa misi, di antaranya adalah:

  1. Mewujudkan meeting point para pelaku industri kreatif berbasis IT di Yogyakarta
  2. Mengembangkan musing point sebagai tempat bertemu dan berkembangnya ide-ide kreatif para pelaku industri kreatif berbasis IT di Yogyakarta
  1. Mengembangkan melting point sebagai tempat sinergi kesadaran akan pentingnya kerjasama dan jaringan para pelaku industri kreatif berbasis IT di Yogyakarta
  1. Mengembangkan mutual trust antarstakeholder IT sebagai modal sosial membangun knowledge-based society
  2. Menjadi moving-forward point sebagai tonggak bergerak ke depan secara bersama-sama para pelaku industri kreatif berbasis IT di Yogyakarta

Di samping itu Jogja IT mempunyai strategi:

  1. Penguatan teknologi (technology) pendukung industri kreatif perlu diperdayakan, ditingkatkan, dan diadakan dengan lebih serius.
  2. Talenta (talent) para pelaku industri kreatif berbasis IT di Yogyakarta perlu terus diasah dengan berbagai program, termasuk pelatihan, kompetisi, festival, dan tentu saja pemenuhan kebutuhan pasar.
  3. Jogja IT sebagai  Strategic Partner Government  bisa menjadi pusat akses informasi tentang investasi, referensi ekonomi, sosial, politik dan budaya.diskusi4
  1. Dengan konsep MICE (Meeting – Incentive – Convention – Exhibition)  dan dukungan infrastruktur IT yang memadai, pola pembangunan di semua bidang akan lebih mempunyai kekuatan, khususnya di pasar internasional.
  2. Semangat toleransi (tolerance) yang menghargai semua ide yang muncul beserta semua atribut yang menyertainya perlu dikembangkan di antara para pelaku industri kreatif berbasis IT di Yogyakarta.
  3. Untuk menjamin keberlangsungan industri kreatif berbasis IT perdagangan (trade) produk industri kreatif berbasis IT perlu difasilitasi dan dikembangkan.
  4. Teknologi Informasi  menjadi tulang punggung di segala bidang, bahkan bisa menjadi kekuatan dalam ranah Crisis Management System.

 

Inilah yang ada dalam ‘rumah’ Forum Masyarakat IT Yogyakarta (Jogja IT). Sunday Market menjadi sebuah program terdekat yang akan segera diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan. Sedangkan program-program yang lain seperti: Rembug Jogja IT, Inkubator Piranti Lunak, Kampung IT, dan Menciptakan Pasar menjadi program susulan yang diharapkan akan segera dapat diluncurkan. Tentu dengan dukungan semua pihak yang terkait. Karena tanpa dukungan dari mereka dan masyarakat, Jogja IT bukan apa-apa, hanya busa sabun yang akan segera lenyap dalam beberapa saat. Itu menurut saya, menurut Anda?***

Yogyakarta, 8 Nov 2008

Nurul Muslimin | Forum Masyarakat IT Yogyakarta (Jogja IT)

Comments
  1. kodhim says:

    salam kenal pak, saya tetangga sebelah KP2E yo bangkit… (no 143-145) …. mantap niy pak IT forumnya. kapan ada boleh donk saya diundang…

  2. damanik says:

    Saya sangat tertarik dengan industri kreatif berbasis TI, dan saya ingin melakukan penelitian tentang hal tersebut (tesis), mohon bantuannya untuk memberi informasi tentang pakar atau komunitas industri kreatif yang berbasis TI, saya akan berkunjung dan berkonsultasi, terima kasih.

    Damanik, mpkd-DD6, UGM

  3. Nourrell says:

    Terima kasih pak damanik. Bapak bisa ketemu dengan komunitas Jogja IT. Markasnya ada di Balai Informasi Bisnis Depan Ambarukmo Plaza. Untu pakarnya bisa bertemu dengan Pak wing Wahyu winarno, Frans Budiono, Aat shadewa, dll.

    Sekretariat Jogja IT namanya mbak widie.
    Saya seretaris Jogja IT. Nurul (08156805286)
    Terima kasih

    Nurul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s