Dua Tahun Pasca Gempa & Sebuah Kesaksian

Posted: May 27, 2008 in Aksi, Kebijakan, Kegiatan, UMKM, Uncategorized

Ini Dia!Sebuah peringatan ulang tahun yang selama ini bercokol dalam otak kita adalah sebuah perhelatan pesta yang meriah, gemerlap, warna-warni, dan penuh kemeriahan. Itu dalam ranah kewajaran tentunya.

Namun ini lain, dalam konteks bencana alam. Bencana alam patut kita peringati dalam konteks introspeksi diri, berbenah, dan do’a. Serta menjadikan kesabaran sebagai panglima, tentunya.

Namun setelah dua tahun mengenyam masa pasca gempa, secara ekonomi ‘wong Jogja’  masih terbenam dalam lembah kesedihan, keterpaksaan, kemelut persoalan usaha, dan selaksa carut-marut sistem ekonomi yang tidak menguntungkan. Apa lagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

Pelaku usaha yang sering disebut UMKM ini memang di satu sisi masih menyandang sebuah gelar kehormatan, yaitu entrepreneur tahan pukulan, tapi di sisi lain masih tersungkur didepak oleh sistem yang tidak berpihak.  

Sekedar menyebut, krisis moneter yang diiringi pergolakan reformasi, kenaikan BBM 2005, telah cukup mengantarkan pelaku usaha kecil pada bibir jurang kebangkrutan. Walaupun masih bernafas, tapi dengan tersengal-sengal. Apa lagi digoyang oleh gempa yang begitu menggetarkan. Ditambah lagi –beberapa hari yang lalu– kenaikan BBM 2008 yang cukup menambah deretan daftar kemiskinan di Indonesia. Dalam hal ini rakyat, khususnya pelaku UMKM sudah masuk pada jurang, tersungkur, dan tergeletak tak berdaya. Pepatah mengatakan: Sudah jatuh, tertimpa tangga, kejatuhan genteng, dan dimaki tetanga! Wah…jan!

Sekedar berbagi cerita, pagi tadi saya mengikuti proses eksekusi lelang rumah tinggal UMKM yang terkena kasus kredit bermasalah pasca gempa melawan lembaga ‘adidaya’ yang bernama bank. Walaupun segala daya upaya telah dilakukan sekelompok orang yang peduli terhadap penyelesaian hidup bagi UMKM terkait masalah kreditnya, JRT – Tim Ad Hoc Penyelesaian Kredit UMKM pasca gempa DIY, namanya. Tapi…

Pada titik nyaris finish, saya bersama teman-teman yang peduli mencoba berbagi hati untuk melakukan gerakan solidaritas atas kasus itu. Namun apa daya, tembok tebal yang bernama sistem ‘kejam’ perbankan telah dengan angkuh berdiri tegak untuk menghadang para UMKM yang dinyatakan mangkir tak melakukan kewajibannya. Tanpa peduli sebab-sebab yang melingkupinya.

By the way, dalam perbincangan pagi itu dalam suasana yang cukup menyayat hati, ternyata salah satu teman saya ada yang berulang tahun.

“Wah….SELAMAT ULANG TAHUN!” kata saya padanya.

“Hmmmmm…terima kasih Mas,” Katanya sambil tersenyum. “Ulang tahunku ini bareng dengan ULANG TAHUN GEMPA lho Mas!…Sekarang kan tanggal 27 Mei?! ” katanya lagi.

“OOO…ya!!!! MasyaAllah…AllahuAkbar!” kata saya.

Sejenak saya terdiam, dan yang ada dalam pikiran saya pagi tadi adalah; bahwa DUA TAHUN pasca GEMPA Jogja ditandai dengan TERSUNGKURNYA saudara kita pelaku UMKM yang terkena pukulan TELAK, yang bernama LELANG! 

Saya masih terdiam, dan geram sambil minitikkan air mata, walau dalam hati.  Haru rasanya…

Itu saja.

*** Nurul/ yang akan selalu melawan “VOC-VOC” yang telah menjelma menjadi sistem!

Catat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s