PRODUKSI MENCAPAI 35.000 METER KUBIK; Kulonprogo Perlu Pengembangan Industri Perkayuan

Posted: February 22, 2008 in Industri, UMKM

logo_br_kr1.gif

21/02/2008 09:43:34 WATES (KR) – Produksi kayu hutan rakyat di Kulonprogo per tahun mencapai sekitar 35 ribu meter kubik, sudah waktunya membutuhkan pengembang industri perkayuan. Industri ini untuk mengolah produksi kayu dalam bentuk gelondongan, minimal menjadi bahan setengah jadi. Hal tersebut disampaikan Sekda Pemkab Kulonprogo Drs H So’im saat membacakan sambutan Bupati Kulonprogo pada penyerahan izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada 7 Kelompok Tani Hutan di Kantor Dinas Pertanian dan Kelautan (Diperta dan Laut) Kulonprogo, baru-baru ini. “Dengan perkembangnya industri perkayuan di Kulonprogo tentunya akan membuka lapangan kerja dan memberikan multiplier effect bagi kegiatan lain. Penjualan kayu, minimal setengah jadi akan memberikan nilai tambah,” kata Drs H So’im. Produksi kayu rakyat di Kabupaten Kulonprogo yang mencapai sekitar 35 ribu meter kubik itu, berdasarkan data di Subdin Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kulonprogo meliputi produksi kayu jadi sekitar 17.092 meter kubik, kayu Mahoni sekitar 8.070 meter kubik, kayu Sono Keling sekitar 1.807 meter kubik dan kayu campuran sekitar 180 meter kubik. Sedangkan untuk produksi kayu sengon mencapai sekitar 6.217 meter kubik. Menurutnya produksi kayu hutan rakyat tersebut, sebagian besar dipasarkan keluar wilayah Kabupaten Kulonprogo dalam bentuk gelondongan. Kondisi tersebut menjadi kewajiban bagi masyarakat Kulonprogo untuk pengembangan industri perkayuan di Kulonprogo. Semenjak diluncurkannya program penghijauan pada sekitar tahun 1076, luas hutan rakyat di Kulonprogo mencapai sekitar 15.300 hektar. Bahkan, berdasarkan penafsiran melalui Citra Landsat yang dilakukan oleh BPKH wilayah Jawa Madura, hutan rakyat di Kulonprogo mencapai sekitar 25.467 hektar. Pembangunan kehutanan di Kulonprogo, menempatkan manusia sebagai inti pembangunan dan mampu menjadi bagian dalam proses pembangunan daerah, melalui pengembangan potensi lokal. Dalam upaya menciptakan hutan untuk kemakmuran rakyat diarahkan untuk mengintensifkan hutan negara, rehabilitasi lahan dan konservasi tanah serta mengintensifikasi dan diversifikasi hutan rakyat. (Ras)-g

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s