Mengapa Go Green?

Dunai semakin rapuh. Efek dari pemanasan global lambat laun menjadi penyebab rusaknya bumi yang kita tinggali bersama. Pemakaian zat kimia pada tanah dalam bentuk pupuk pun menjadi pemicu kerusakan bumi yang semakin akut. Efek ini disadari oleh beberapa lembaga dan pemerintah, termasuk ElGunSa (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Gunung Salam Yogyakarta).

Lembaga yang terletak di Desa Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta ini sangat concern terhadap permasalahan pertanian dan lingkungan. Maka dari itu ElGunsa bekerjasama dengan YoBangkit! mencoba mengantisipasi efek pemanasan global ini dengan memproduksi dan memasarkan Pupuk Organik.

Pupuk Organik yang dipasarkan ini sangat berkualitas dan berbentuk emulsi yang memiliki tingkat kelarutan 100%, dapat diaplikasikan pada segala jenis kondisi tanah. Merupakan metabolit sekunder yang kental dan memiliki aroma khas hasil fermentasi. Mengandung hara makro, mikro dan senyawa organik yang berfungsi sebagai biokatalis dalam mempercepat pertumbuhan dan mendukung proses pemuliaan tanaman sehingga menghasilkan tanaman yang sehat serta hasil panen yang optimal dan berkualitas. Bersifat mudah diserap baik melalui akar maupun daun, memberikan respon yang cepat terutama pada fase vegetatif (pertumbuhan). Dapat diperuntukkan bagi tanaman pangan, hortikultura dan tanaman lainnya.

Multi Plant | Pupuk Organik Cair

KEGUNAAN
Sebagai biokatalisator dan biomediator untuk mendukung pemuliaan tanaman. Mempercepat pertumbuhan dan memberikan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Sebagai nutrisi bagi mikroorganisme tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai 100%.

Multi Plant
Pupuk Formula  Organik Cair

[1 liter]
5 in 1
Pupuk ini bermanfaat untuk:
1. Kesuburan daun
2. Kesuburan tanah
3. Hormon pertumbuhan
4. Mengendalikan Hama dan Penyakit
5. di lengkapi perekat alami.

Dosis Pemakaian:
1.    Larutkan 1-2 cc Pupuk cair dalam 1 (satu) liter air. Semprotkan merata pada daun, batang dan tanah.
2.    Dapat disemprotkan pada tanah 7 hari sebelum tanam.

KANDUNGAN
N  : 9,60%   |  P2O5 : 5,40%  |  K : 7,20 %  | Ca : 4,12%  |  SO4 : 7,40%  |  Mg : 2,70%  |  Cl : 0,1%  |  Mn : 18,96 ppm  |  Fe : 0,04 %  |  Cu , 0,02 ppm  |  Zn : 3,15 ppm  |  Na : 0,02 ppm  |  Al : 0,05%  | Mo : <0,02 ppm  |  C/N ratio : 3  |  pH 8,0  |  Lemak: 1,80%  |  Protein : 54%  |  Karbohidrat : 36%  |  Asam-asam organik 9%  | ZPT (Sitokinin, Giberelin, dan Auksin) diperkaya Multienzim Aal  |  Bakteri Aerob dan Anaerob yang dapat berinteraksi dengan udara.

Harga Rp.
(di luar biaya kirim.)

Untuk penjualan, silakan hub:
email: yobangkit@gmail.com / 081.568.05.286

Cheap Ways to Let Your Customers Know You Exist

By Maire Loughran

Once you get your new arts and crafts business over the first few hurdles of setting up the business, it’s time to get serious about promoting your business. Actually, this ongoing process should have been in the back of your mind at the inception of your business idea. It will remain a consideration during the entire time you own your business.

Successful businesses never stop promoting, although the types of promotions may vary. As a brand-new (and probably even as an existing business owner, cost is important). Kind of confused about the best ways to get started promoting your business. Never fear! This article discusses free and low-cost ways to promote your arts and crafts business.

Self-Promoting Your Work

Don’t be shy. You should be the biggest cheerleader for your business. If you create wearable art, you should try to incorporate it into your outfit every day. Otherwise, make sure you carry cool, interesting business cards. It’s kind of rude to pass them out randomly, but if someone asks you what you do for a living – have a short interesting explanation ready and give ‘em a business card.

Teach a Class About Your Art or Craft

While your payment for teaching a class may be as little as transportation costs to free studio space, some local organizations pay what approaches a reasonable hourly rate. However, the true value in teaching a class about your arts or craft is the free advertisement you receive from the organizer promoting your class. Also, use good etiquette to network while teaching the class.

Using Blogs To Promote Your Arts and Crafts

You should be using a blog that you update frequently to promote your arts and crafts. If you have a website, make sure to link back. It’s conventional wisdom that blog entries get indexed into the search engines more quickly than changes or updates you make to your website.

Also, don’t forget to use other blogs to promote your work. For example, consider submitting to Craftgawker, a photo gallery that allows craft bloggers from around the world upload images of what they are creating.

Promote Your Arts and Crafts Business Using Yahoo Listing

Yahoo Local listings organize participating businesses by category and geographic location. A Basic listing in Yahoo Local is free. Even if you operate your craft business out of your home, this is a valuable free promotional service. Even though Yahoo requires you enter an address, you can opt to not show your address in the Yahoo listing. You are able to enter your website address to drive traffic to your website. Although that field is optional.

A big part of achieving success using Yahoo Local is customer reviews. Good customer reviews will give your business a higher rating in Yahoo Local. The better your rating the easier it will be for customers to find you.

Promote Your Arts and Crafts Business Using Google Places

Like Yahoo Listings, Google Places is a free service allowing you to promote your arts and crafts business. This great service also lets you upload images of your arts and crafts, videos and any special offers you may presently be promoting for your arts and crafts business.

You don’t need an online presence to use Google Places – your email address and website are optional fields. If you have a home office, no need to worry about exposure. While Google asks for your mailing address, you can specify a service area in the sign up process and hide your physical address.

Promote Your Arts and Crafts Business Using Google Merchant

Another on-the-cheap promotional suggestion, the Google Merchant Center lets you upload your arts and crafts item product feed into Google Shopping at no charge. To use Google Merchant, you must have an e-commerce website. If you don’t have a stand-alone website, you can use Etsy, ArtFire or other online marketplaces in which you may have a shop.***

Reff: http://artsandcrafts.about.com/od/marketingandadvertising/a/Free-And-Low-Cost-Way-To-Promote-Your-Arts-And-Crafts-Business.htm?nl=1

Bercocok tanam di desa

Desa Wisata Argomulyo menawarkan sebuah suasana area pedesaan yang eksotik dengan nuansa tradisional dan kental dengan keakraban warga. Suasana ini sangat cocok untuk wisatawan dari perkotaan yang setiap hari suntuk dengan bising kendaraan, sibunya pekerjaan, dan carut marut kota yang selalu melahirkan kejenuhan-kejenuhan psikis maupun fisik.

Bagi warga perkotaan akan dilayani sebagai wisatawan seperti halnya menjadi warga baru pedesaan. Penuh dengan keramahtamahan, kesederhanaan, melestarikan adat dan seni tradisional, serta menikmati hidup dengan kerukunan.

Wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan diajak menikmati suasana desa dengan segala kekayaan tradisi dan kekayaan alamnya. Diajak memetik sayur, buah-buahan, membajak sawah, dan sekaligus menikmati hasil kebun dan sawah yang ditanam secara sehat (organik). Tentu hal ini akan menyehatkan secara fisik maupun psikis bagi pengunjung wisata.

Tidak hanya itu, wisatawan akan diajak membuat makanan tradisional secara langsung dan menikmatinya. Sayur tradisional yang mungkin tidak pernah dirasakan di kota, akan menjadikan pengalaman wisatawan menjadi lebih exciting dan menyenangkan.

Memetik sayuran

Di samping itu pengunjung juga bisa melihat dan mempraktekkan cara menanam sayur maupun buah secara organik. Sekaligus akan diajak membuat pupuk organik yang tidak pernah diperoleh di kota. Di sini wisatawan diajak mengembangkan tanaman di perkotaan dan lahan-lahan yang gundul karena perusakan. Sehingga wisata pedesaan di Desa Wisata Argomulyo ini mempunyai misi Go Green! Sebuah gerakan moral  untuk melestarikan alam dengan menanam dan menghijaukan bumi. Karena gerakan ini akan memberikan efek yang positif terhadap kelestarian alam.

Menikmati Kuliner di Pedesaan

Wisatawan yang berkelompok atau dari institusi tertentu bisa dilayani dan dipandu untuk Outbond dan camping, karena tersedia camping ground dan area OutBond yang indah dan berbukit-bukit. Sangat cocok untuk dinikmati sebagai wisata alam.

Desa Wisata Argomulyo ini pun bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain terutama yang mempunyai potensi alam wisata dan suasana tradisional yang eksotik. Atau daya tarik sebuah tempat wisata sangat mungkin untuk dibentuk dan dibuat sesuai dengan kreatifitas kita.

Selamat berkunjung!

Kami menanti Anda…:) Hubungi: yobangki@gmail.com

KHASIAT Beras Hitam

Posted: October 31, 2011 in Agribisnis, Artikel, Ekonomi, Pertanian

Pernahkah anda mendengar beras hitam?? Bagi orang-orang tertentu yang baru pertama kali mendengar, pastilah tertawa karena yang baru pertama kali mendengar, pastilah tertawa karena di benaknya yang ada adalah ketan hitam bukan beras hitam. Namun bagi sebagian orang yang pada saat ini sudah cukup umur, pasti tahu adanya beras hitam. Memang benar, beras hitam pada jaman nenek moyang benar-benar ada. Sesungguhnya ada 3 jenis beras yang ada di dunia ini, yaitu :

  1. Beras putih, umum ditanam oleh petani kita.
  2. Ada beras merah atau brown rice yang saat ini umum dijual di pasaran dan sebagian sudah menjadi icon Gunungkidul yang dikenal dengan warung Sego Abang. Walaupun saat ini, tidak hanya di Gunungkidul saja melainkan di Sleman, Yogyakarta pun sudah ada warung nasi sego abang tersebut.
  3. Jenis ketiga adalah beras hitam, yang hanya tumbuh dan dibudidayakan di daerah tertentu saja.

Beras hitam ini, memiliki nama yang berbeda-beda tergantung di mana beras hitam tersebut berada. Beras hitam yang ada di Solo dikenal dengan nama “beras wulung”. Menurut sejarahnya, dulunya beras wulung merupakan beras pilihan, yang dulu hanya ditanam dan dipergunakan dalam keraton kasunanan Surakarta, khusus dikonsumsi di lingkungan para raja dan digunakan untuk jenis ritual tertentu. Di kawasan Cibeusi, Subang, Jawa Barat, beras hitam disebut dengan nama “beras gadog”. Di Sleman, beras hitam dikenal dengan nama, cempo ireng dan ada juga yang menyebut “beras jlitheng”. Sedangkan di Bantul dikenal dengan “beras melik”.

Sampai saat ini belum diketahui apakah sebenarnya beras hitam dengan nama sebutan yang berbeda-beda tersebut adalah sama ataukah berbeda. Namun yang jelas, beras hitam ini memiliki keistimewaan-keistimewaan. Di antaranya, selain rasanya yang enak, pulen dan wangi juga memiliki kandungan mineral atau antosianin atau yang lainnya yang sangat baik untuk kesehatan. Bahkan merurut sejarah yang lain, orang Cina kuno telah mengenal  beras hitam sebagai beras terlarang (forbidden rice), tak boleh sembarang orang dapat memakannya, hanya kalangan istana dan orang tertentu saja yang boleh memakannya karena kaya nutrisi. Menurut penelitian di sana, beras hitam memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Beras hitam di Cina sekarang berfungsi sebagai obat dan bahan pangan.

Sekarang ini beras hitam tersebut hampir punah dan sangat langka keberadaannya, karena tidak adanya upaya pelestarian dari petani pada zaman dahulu yang konon hanya ditunjuk sebagai petani istimewa yang menanam beras wulung khusus untuk keraton, ada mitos bahwa beras wulung hanya boleh dipergunakan oleh kalangan istana dan apabila melanggar, maka akan “kuwalat”. Selain itu, mengapa petani enggan untuk menanam beras hitam tersebut? Diduga disebabkan oleh umur yang relatif panjang dibandingpadi pada umumnya, juga rendahnya produksi dan sangat disukai oleh burung.

Walaupun demikian, ada juga satu dua orang yang masih menanam beras hitam. Sebagai contoh di Dusun Barak, Margoluwih, Seyegan, Kab. Sleman masih ada kelompok tani yang menanam beras hitam dengan nama cempo ireng yang berumur kurang lebih 5 bulan. Di daerah Kedon, Ganjuran, Bantul juga ada seorang petani yang dengan sabar melakukan perbanyakan benih beras hitam dari gabah yang tercampur pada beras pecah kulit dari beras hitam yang dimilikinya (dibelinya dari pasar). Seiring dengan berjalannya waktu maka semakin banyak benih yang dapat ditanam, hingga akhirnya pada beberapa tahun terakhir ini dapat menjual produknya yang berupa beras hitam yang dikenal dengan nama beras melik dan dipopulerkan dengan nama dagang “Sempurna Agro Co”. Beras hitam yang dijual dengan nama dagang Sampurna Agro Co tersebut sampai saat ini semakin hari semakin banyak peminatnya.

Memang harga beras hitam ini lebih mahal dari pada beras putih maupun beras merah pada umumnya, karena memang padi hitam ini memiliki kelebihan selain sehat, aman, pure, dan natural juga lebih sulit dalam pengelolaannya. Salah satunya karena umurnya sedikit lebih panjang dari pada padi pada umumnya. Sehingga penanaman dilakukan 20 hari lebih awal dari pada petani di sekitarnya yang tidak menanam padi hitam. Hal ini untuk mengantisipasi agar panen dapat dilakukan bersamaan. Artinya padi hitam berada di dalam hamparan padi lainnya yang siap panen sehingga burung tidakhanya menyerang di padi hitam. Di samping itu dalam proses penggilingan juga memerlukan perhatian khusus karena apabila proses penggilingan dibiarkan saja seperti padi putih pada umumnya maka beras hitam yang kita inginkan tidak akan terwujud.

Mengingat pentingnya beras hitam baik bagi lestarinya keanekaragaman plasma nutfah dan untuk kesehatan maka marilah kita uri-uri atau kita lestarikan milik kita sendiri. Bagaimana cara kita melestarikannya? Kita mulai dari diri kita sendiri yaitu dengan mulai membudayakan untuk mengkonsumsi beras hitam, dengan demikian kebutuhan atau permintaan akan beras hitam meningkat dan pada akhirnya akan memotivasi petani untuk menanamnya sehingga lestarilah beras hitam warisan nenek moyang. Karena sekali punah maka plasma nutfah beras hitam tersebut tidak akan bisa kembali. Kalau tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi??

Selanjutnya bagaimana melestarikan beras hitam yang ada di Bantul ini bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul beserta instansi lain yang terkait (Dinas Pertanian misalnya)?? Oleh karena Pemerintah Daerah adalah sebagai pengambil kebijakan maka upaya untuk nguri-uri atau melestarikan plasma nutfah lokal tersebut adalah dengan memasukkan unsur pelestarian plasma nutfah tanaman lokal dalam hal ini padi beras hitam ke dalam program pembangunan pertaniannya. lebih nyata lagi apabila di dalam program tersebut termasuk upaya untuk melakukan “pelepasan varietas lokal”. Hal ini sangat penting, karena apabila tidak dilakukan dikhawatirkan keberadaannya semakin langka bahkan hampir punah dan hilang baik diambil oleh pihak lain/negara lain, karena sekali musnah suatu plasma nutfah maka tidak akan dapat kembali. Di samping itu, dalam era otonomi daerah, daerah diberi keleluasaan untuk memanfaatkan sumber daya genetik yang ada di daerahnya dengan baik dan benar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karena itu, marilah kita saling bekerjasama  usaha pelestarian plasma nutfah padi beras hitam yang ada di Bantul ini dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta sebagai lembaga penelitian yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta siap untuk bekerjasama apabila diperlukan.

Kristamtini |

Penulis dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta
Dimuat dalam Tabloid Sinar Tani, 13 Mei 2009
Sumber: http://www.pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/st130509.pdf 
BAGI YANG BERMINAT, SILAKAN HUB:
HP: 081.568.05.286 / e-mail: yobangkit@gmail.com

Sedayu Agrowisata Jogja

Dukuh Kaliurang Desa Argomulyo Kec. Sedayu Bantul Yogyakarta

Contact Person: +62-274-8254869 | yobangkit@gmail.com

Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa sudah tak asing lagi bagi kita, karena Yogyakarta telah lama pula mendapatkan julukan Kota Budaya, Kota Pendidikan, Kota Pelajar, dan Kota Wisata. Julukan ini tentu mengandung potensi wilayah Yogyakarta yang tak bisa diragukan lagi. Sebagai kota wisata kedua setelah Bali, Yogyakarta tetap menjadi tujuan wisata di kalangan wisatawan, baik domestik maupun manca negara.

Ladang Sayuran

Sedayu merupakan salah satu daerah Kecamatan dari wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta. Daerah ini terletak diperbatasan Kabupaten Sleman (Sebelah Utara) dan Kulon Progo (Sebelah Barat) Yogyakarta.  Jika dari kota, melalui Jalan Wates (ke arah ke Barat /Purworejo), dengan perjalanan sekitar 15 menit dari Malioboro/Kota Yogyakarta. Tepatnya di Dukuh Kaliurang, Kaiberot, dan Metes, Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu Bantul Yogyakarta.

Lokasi Pembudidayaan Mangga Merah

Daerah Sedayu terkenal dengan potensi pertanian, baik sayur-sayuran, palawija, maupun buah-buahan.

Lokasi ini juga menjadi daerah pembudidayaan MANGGA MERAH. Di samping itu secara visual menampakkan bentuk kontur yang berbukit-bukit, sehingga berpotensi menjadi daerah wisata dengan lanscap yang indah. Didukung dengan suasana pedesaan Yogyakarta yang kaya dengan keramahtamahannya, semakin melengkapi sebuah tempat wisata yang asri, indah dan nyaman.

OBYEK WISATA

1. Ladang Sayuran & Buah-buahan

Ladang sayuran dan buah-buahan yang tersedia di area ini seluas: -+  25 Ha. Sayuran dan buah-buahan merupakan tanaman yang sangat cocok dengan jenis dan kondisi tanah di Sedayu. Di antaranya adalah: Kacang-kacangan, Bayem, Pare, Kangkung, Labu, dll. Untuk buah-buahan: Kedondong Bangkok, Rambutan, Mangga Merah, Belimbing, Jeruk, dll.

Konsep Pelayanan Wisata:

Konsep pelayanan wisata di obyek ini adalah:

Sayur Bayam

a. Setiap pengunjung/wisatawan akan mendapatkan pelayanan menikmati pemandangan ladang sayuran dan buah-buahan dengan pemandu wisata (petani pemilik sayuran).

b. Setiap wisatawan dapat menikmati sayuran dan buah-buahan segar di ladang secara langsung, dan bisa mendapatkan service pengolahan sayuran/buah-buahan tersebut secara self service cooking (memasak sendiri) ataupun dimasak oleh tim service cooking dari kelompok kerja Ladang Sayuran & Buah-buahan. Di samping itu wisatawan dapat membeli sayuran & buah-buahan segar tersebut secara langsung untuk dibawa pulang.

2.    Bumi Perkemahan

Di area Sedayu Agrowisata Jogja juga telah tersedia Area Bumi Perkemahan yang bisa digunakan sebagai tempat kamping baik bagi pramuka, pelajar, mahasiswa ataupun masyarakat umum.

Lokasi Bumi Perkemahan Sedayu Agrowisata Jogja

Area ini terletak di Dukuh Kaliurang Rt. 02,  07 dan 06 Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu Bantul Yogyakarta.

Area Bumi Perkemahan ini merupakan daerah dengan kontur tanah berbukit dengan padang rumput yang asri dan beberapa pohon akasia dan jati, dll sebagai pelindung.

Untuk mendapatkan air bersih, bagi para peserta perkemahan bisa mengambil air di sumur penduduk setempat yang berjarak lebiih kurang 20 m dari area Bumi Perkemahan.

Bumi perkemahan ini relatif dekat dengan rumah penduduk setempat, sehingga akan memudahkan mendapatkan kebutuhan-kebutuhan sehari-hari.

Di samping itu, para wisatawan/peserta perkemahan bisa melakukan Outbon di area yang tidak jauh dari tempat perkemahan tersebut, sekitar 100 m. Sebuah tempat perbukitan yang dilengkapi dengan air terjun dan tebing untuk dipakai area outbon.

3.    OutBon Area 

Lokasi OutBon | Sedayu Agrowisata Jogja

Area ini terletak tidak jauh dari Bumi Perkemahan, sekitar 100m. Dilengkapi dengan tebing dan air terjun (lebih kurang ketinggian 10 m), yang sangat cocok untuk kegiatan Outbon bagi para pelajar, pramuka, mahasiswa ataupun masyarakat umum.

Konsep Pelayanan Wisata :

Para wisatawan/kelompok peserta Outbon akan mendapatkan pelayanan penuh dari pemandu Outbon (Tim Kerja Outbon) dari pemuda setempat yang telah terlatih secara profesional dan didukung dengan peralatan yang standar.

Tim Kerja OutBon menyediakan paket pelayanan kelompok dengan biaya dan durasi waktu tertentu. Atau menerima penyewaan tempat dari kelompok Outbon yang telah dilengkapi dengan pemandu sendiri dengan paket sewa tertentu pula.

OBYEK PENGEMBANGAN KE DEPAN:

1.   Kolam Pemancingan Ikan Air Tawar

Kolam pemancingan ini merupakan obyek yang akan menambah daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung. Dengan menikmati sayuran dan buah-buahan yang ada, ditambah dengan kolam pemancingan ikan, akan menambah kelengkapan daya tarik wisatawan dalam menikmati suasana desa dan sekaligus wisata kuliner.

Konsep Pelayanan Wisata:

a. Wisatawan dibebaskan untuk memancing di kolam ikan yang telah tersedia dan hasilnya bisa dibeli sesuai dengan berat ikan yang telah diperoleh.

b. Di samping itu Tim Kerja Kolam pemancingan bisa bekerjasama dengan Tim Kerja Sayuran & buah-buahan dalam memberikan Self Service Cooking, atau bisa memberikan service tersebut secara mandiri.

2.    Pembuatan Pupuk Organik (Kompos)

Pembuatan pupuk organik bisa dimanfaatkan untuk pemupukan ladang petani setempat sendiri, maupun memproduksi untuk dijual kepada para wisatawan.

Konsep Pelayanan Wisata:

Para wisatawan mendapatkan pemaparan teknis cara pembuatan pupuk organik dari pemandu wisata dari Tim Kerja Pupuk Organik. Di samping itu para wisatawan bisa mencoba secara langsung teknis pembuatan pupuk tersebut. Bahkan para wisatawan dapat membeli produk pupuk tersebut secara langsung.

3. Studio Alam

Area di Argomulyo ini sangat cocok untuk lokasi Studio Alam. Untuk pembuatan Film, baik dengan setting tradisional, maupun setting alam.

Infrastruktur & Fasilitas Pendukung

  1. Jalan Desa
  2. Tempat Ibadah
  3. Rumah Makan/warung
  4. Kolam Pemancingan Ikan
  5. Pembuatan Pupuk Organik
  6. Toko Sembako, Pulsa, dan kebutuhan  para wisatawan yang lain.
  7. Tempat Parkir yang memadai
  8. Tempat Penginapan (Guest House) untuk pengunjung yang ingin bermalam.